
BPSI Tanaman Sayuran Gelar Temu Lapang Petani Bawang: Pengembangan Teknologi Budidaya Alliums
Pada Rabu, 19 Maret 2025, Balai Pengujian Standar Instrumen (BPSI) Tanaman Sayuran menyelenggarakan kegiatan Temu Lapang Petani Bawang dengan tema “Pengembangan Teknologi Budidaya Alliums”. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, baik secara luring di Kantor BPSI Tanaman Sayuran, Lembang, maupun daring melalui Zoom meeting dan YouTube live.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala BPSI Tanaman Sayuran, Dr. Noor Roufiq Ahmadi, S.T.P., M.P. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk mengenalkan varietas-varietas unggul bawang merah dan bawang bombai kepada para petani sebagai alternatif usaha yang potensial. Setelah itu, kegiatan secara resmi dibuka oleh Ketua Kelompok Pengelolaan Hasil Standardisasi Hortikultura, Rima Setiani, S.P., M.M., mewakili Kepala Pusat Standardisasi Instrumen Hortikultura. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya pemanfaatan inovasi-inovasi yang sudah dihasilkan agar dapat diadopsi oleh petani dan diterapkan di lapangan.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Eti Heni Krestini, S.P., M.P. yang menyampaikan materi tentang "Introduksi Budidaya Bawang Bombai di Indonesia", Deni Fatahudin, S.P. dari Corteva Agriscience yang membahas "Strategi Pengendalian Hama dan Penyakit pada Tanaman Alliums", serta Wahyu Hidayat, S.P., M.Si. dari PT. Nusa Palapa Gemilang, Tbk. yang memaparkan "Optimasi Pemupukan untuk Meningkatkan Produktivitas Alliums".
Selain paparan materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi praktik lapangan. Dalam sesi tersebut, peserta berkesempatan untuk melihat secara langsung demplot yang menampilkan dua varietas bawang bombai dari perusahaan benih, satu varietas bawang bombai dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), empat nomor koleksi bawang bombai milik BPSI Sayuran, serta 23 varietas unggul bawang merah hasil pengembangan Kementerian Pertanian. Peserta juga mendapat penjelasan teknis mengenai metode budidaya, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit yang tepat.
Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari peserta, baik yang hadir langsung maupun yang mengikuti secara daring. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi pengembangan bawang bombai sebagai komoditas baru yang potensial, sekaligus memperluas pemanfaatan varietas unggul bawang merah di seluruh daerah Indonesia.